- Judul Buku : The Silkworm (Ulat Sutra)
- Penulis : J.K. Rowling
- Penerjemah : Siska Yunita & M. Aan Mansyur (kutipan)
- Penyunting : Tim Editor Qanita
- ISBN : 978-602-03-0981-1
- Cetakan I, Oktober 2014
- Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
- Jumlah Halaman : 536 hal
- Harga : Rp. 101.500 (pre order di bukabuku.com)
- Rating : Dewasa
Sejak kesuksesan Cormoran menemukan pembunuh asli supermodel
Lula Landry di novel The Cuckoo’s Calling, detektif partikelir ini mendadak
terkenal dan kebanjiran klien, hal ini tentu saja amat membantu memperbaiki kondisi
keuangan Cormoran yang tidak sehat. Kini, dengan banyaknya klien yang datang
–ditambah daftar tunggu klien yang cukup panjang- Cormoran mampu menyewa sebuah
flat kecil di atas kantornya, membeli beberapa perabotan agar kehidupannya
dapat dijalani dengan lebih layak dan tentunya harapan untuk melunasi utangnya
pada Jhony Rokeby dapat segera terwujud dan tentu saja menaikkan gaji
sekretarisnya Robin yang sangat fungsional agar dia tidak “lari kemana-mana.
Namun di tengah-tengah banjir klien dengan kasus yang nyaris itu-itu saja (membantu mengumpulkan kelengkapan
bukti-bukti perceraian, membantu mengungkap perselingkuhan atau mengungkap
kecurangan partner bisnis dan kasus membosankan sejenisnya) Cormoran merindukan
kasus yang mampu menantang dirinya secara intelektual. Dan pucuk dicinta ulam
tiba, suatu hari datanglah ke kantornya seorang wanita paruh baya sederhana
beranak satu, meminta jasa Cormoran untuk membawa pulang suaminya yang seorang
penulis novel kurang terkenal Owen Quine. Owen telah menghilang hampir 2 minggu
lamanya dan istrinya Leonora merasa tahu di mana dia berada namun tidak
memiliki sumber daya untuk membawanya kembali pulang.
Cormoran yang
mengambil kasus ini hanya karena dia merasa bosan dan frustasi dengan salah
seorang kliennya yang kaya dan sombong ,sempat sedikit menyesali keputusannya
mengambil kasus ini yang terlihat tidak menjanjikan secara finansial. Namun,
setelah sang penulis akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan tak bernyawa
dengan cara kematian yang tragis dan menyeramkan, bersama fakta bahwa ternyata
si penulis adalah bajingan peselingkuh dan sebelum kematiannya dia telah menyelesaikan
penulisan sebuah novel kontroversial berjudul Bombyx Mori -yang adalah nama Latin dari Ulat Sutera- yang membuatnya
berkonflik dengan beberapa orang yang berpengaruh di dunia penerbitan , mau
tidak mau waktu dan tenaga Cormoran habis dicurahkan untuk menangani kasus ini,
apalagi belakangan pihak polisi memukan satu demi persatu bukti yang mengarah
pada Leonora sendiri
