Thursday, 21 August 2014

Beli Kartupos di mana??



Iseng-iseng sebelum pulang kantor, mendadak punya keinginan menulis, padahal utang saya untuk menulis resensi buku sudah segambreng. Tapi tak apalah, lebih baik menulis iseng daripada tidak menulis sama sekali. Betulkan?
Ada beberapa kenalan yang bertanya, di mana sih beli kartupos yang lucu-lucu tapi harganya murah meriah. Karena mereka bilang kartupos yang mereka beli di beberapa tempat harganya lumayan menguras kantong bila diukur dari standar seorang Postcrosser -yang harus menyediakan dana segar untuk membeli belasan bahkan puluhan kartupos setiap bulan, plus prangkonya tentu saja- lain halnya jika membeli kartupos beberapa lembar untuk koleksi pribadi saja.
Nah, di sini saya ingin membagi informasi tempat dimana kita bisa mendapatkan kartupos cantik, unyu dan layak borong dengan harga bersahabat, tulisan ini murni berdasarkan pengalaman saya pribadi, tidak ada unsur politis dan tidak didanai sponsor :-D
Oke ini dia, Daftar Penjual Kartupos Murah Meriah versi saya :
Posnesia
Kartupos buatan Posnesia memiliki ciri khas menampilkan kekayaan dan keindahan Indonesia lewat gambar ilustrasi. Saya sudah beberapa kali belanja kartupos Posnesia dan sampai dengan saat ini selalu puas baik dengan pelayanannya maupun produk-produknya. Karya mereka bisa dilihat dan dipesan di http://posnesiapostcard.com dengan harga 4K untuk standard postcard dan 5,5 untuk shaped card.
Unyu kan kartuposnya?
Komentar saya untuk Posnesia adalah:
  1. Desain kartposnya beragam dan lucu-lucu -subyektif yah, tapi untuk selera saya, kartupos Posnesia oke bingit lah- dan sering jadi favorit para Postcrosser;
  2. Ketebalan kartupos pas, tidak terlalu tipis jadi yakin si kartu akan sampai dalam keadaan yang sehat wal afiat tetap oke;
  3. Ruang untuk menuliskan pesan di kartupos cukup besar jadi lebih leluasa untuk menulis;
  4. Adminnya ramah dan merespon pesanan dengan cepat, rajin kasih bonus pula;
  5. Kurang yakin ini kartupos sebetulnya dikirim dari Bogor atau Bandung, yang jelas untuk pembeli yang berlokasi di Jabodetabek, ongkos kirim masih nyaman di kantong;
  6. Mengingat ciri khas desain Posnesia seperti yang sudah saya tulis di atas tadi, maka bagi penggemar kartupos dengan foto-foto cantik, Posnesia mungkin bukan pilihan.
      The Post Around The World (The-PATW)
Berbeda dengan Posnesia, maka kartupos karya The-PATW justru akan memanjakan mata kita dengan foto-foto keindahan apik alam dan foto-foto kuliner khas Indonesia. Koleksi The-PATW bisa dilihat di http://the-patw.com, harga semua kartupos 3,75K tapi -kalau saya tidak salah ingat- mereka memberikan harga yang lebih murah kalau berbelanja lebih banyak.
Kartupos dari The-PATW, bagus-bagus kan fotonya :)
Komentar saya untuk The-PATW :
  1. Ada banyak koleksi foto yang keren dan menggugah kebanggaan kita pada keindahan alam Indonesia, kartupos mereka cocok untuk penyuka kartupos wisata dan sangat mendukung misi Postcrosser yang ingin mempromosikan Indonesia;
  2. Mereka juga menjual kartupos dengan foto-foto Negara Asia, cocok untuk kolektor yang ingin memiliki kartupos bergambar berbagai kota di negara Asia tapi belum pernah berkunjung ke sana. Dan itu adalah

Monday, 28 April 2014

The Cuckoo's Calling



Buku The Cuckoo's Calling dan pembatas bukunya


Judul buku : The Cuckoo’s Calling (Dekut Burung Kukuk)
Penulis : Robert Galbraith
Penerjemah : Siska Yunita
ISBN : 978-602-03-0062-7
Cetakan ketiga, Februari 2014
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 520 hlm
Harga : Rp. 99.000 (TB. Gramedia)
Rating : Novel dewasa
                                     
Ini adalah novel dewasa pertama yang ditulis oleh JK. Rowling dengan nama pena Robert Galbraith, tokoh utama dalam novel ini adalah Cormoran Strike, yang setelah pensiun (dini) dari Angkatan Darat Inggris membuka jasa penyelidikan sebagai Detektif swasta. Sebagai pribadi, kehidupan Strike sungguh dramatis: memiliki seorang ayah rocker legendaris terkenal dengan saudara-saudara tiri yang sosialita, memakai kaki palsu akibat ledakan bom saat bertugas di AD, memiliki mantan kekasih yang cantik jelita dan kaya raya namun “sakit” bernama Charlotte dan “hampir” tunawisma serta memiliki tunggakan utang karena bisnisnya hanya menghasilkan satu orang klien tetap dan seorang klien yang alih-alih membayar jasanya malah menghujaninya dengan kiriman surat ancaman kematian setiap minggu.  
Strike memiliki seorang sekretaris yang cantik dan pintar bernama Robin yang –kebalikan dari Strike- memiliki kehidupan pribadi yang relatif stabil. Robin pindah ke kota London dari Yorkshire untuk merenda masa depan bersama tunangannya Mathew, namun nasib mempertemukannya dengan Strike dengan segala “ketidak jelasannya” -yang meskipun Mathew kurang mengapresiasi- bagi Robin serasa dream come true mengingat impiannya sejak dulu yang bahkan Mathew sendiri tidak pernah tahu adalah menjadi seorang Detektif.
Novel ini diawali dengan kematian mengenaskan seorang supermodel bernama Lula Landry yang jatuh dari balkon lantai 3 apartemennya. Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi serta dikarenakan kehidupan pribadinya yang cenderung kacau maka kematian tragisnya dengan cepat disimpulkan sebagai tindakan bunuh diri.
Hal ini membuat kakak Lula, Jhon Bristow  merasa tidak puas -yang untuk sebuah alasan tertentu setelah melakukan sedikit riset- memutuskan untuk menyewa jasa Strike guna menyelidik kematian adiknya tersebut dan membuktikan bahwa kematiannya bukanlah disebabkan oleh bunuh diri namun merupakan sebuah kasus pembunuhan.
Meskipun –akibat terlalu banyak membaca berita besar-besaran tentang Lula di media setempat- Strike sepakat dengan pihak kepolisian bahwa dia telah melakukan bunuh diri, namun dengan alasan

Monday, 14 April 2014

Pompeii

Cover buku Pompeii


Judul Buku : Pompeii
Penulis : Robert Harris
Penerjemah : Fahmy Yamani
Editor : Siska Yuanita
ISBN : 978-979-22-4944-6
Cetakan kedua, Maret 2010
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 329 hlm
Harga : Rp. 50.000
Rating : Dewasa

Sepertinya saya harus sepakat dengan kutipan endorstment dari Sunday Times yang tercetak di sampul depan buku ini  "Masterpiece, mengagumkan, dengan kecepatan yang menegangkan dan aksi yang menawan.." karena memang begitulah adanya yang saya pikirkan tentang buku ini. 
Bayangkan perpaduan ilmu sejarah -yang konon diriset sampai Mr. Harris ini harus membaca hingga 2000 buku- ilmu teknik, ilmu geologi dan filsafat yang diceritakan dengan sangat menggugah tanpa sekalipun terasa membosankan, dijalin menjadi satu kemudian dibalut bumbu roman yang membuat cerita terasa semakin menarik tanpa terkesan berlebihan, benar-benar buku yang wajib dibaca oleh para pecinta novel yang berdasarkan sejarah.

Ringkasan cerita :
Buku ini diceritakan mengambil waktu selama 4 hari yaitu 2 hari sebelum letusan dan 2 hari selama letusan atau tepatnya menurut buku ini adalah tanggal 22-25 Agustus tahun 79 M. Sebelumnya, bagi yang belum mengetahui tentang Pompeii (ada lho teman saya yang mengira ini adalah nama makanan *nyengir lebar).
Kota Pompeii (iya ini nama kota) berada di Italia, menurut Wikipedia merupakan salah satu situs warisan Dunia UNESCO yang ditemukan kembali setelah menghilang selama ribuan tahun akibat tertimbun letusan gunung Vesivius. Setelah dilakukan penggalian tersingkaplah pemandangan sebuah kota dengan peradaban yang luar biasa yang menunjukkan kejayaan masa Kekaisaran Romawi.
Keindahan kota Pompeii (sumber : Wikipedia)

Konon katanya (diceritakan juga di buku ini)

Thursday, 20 February 2014

The Subtle Knife



Cover buku The Subtle Knife



  • Judul Buku : The Subtle Knife (Pisau Gaib), buku kedua dari trilogi His Dark Materials
  • Penulis : Phillip Pullman  
  • Penerjemah : B. Sendra Tanuwidjaja  
  • Editor : Poppy Damayanti Chusfani  
  • ISBN : 979-22-2578-1  
  • Cetakan pertama, Januari 2007  
  • Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama  
  • Jumlah Halaman : 408 halaman  
  • Harga Buku : Rp. 50.000


Buku ini adalah buku kedua dari Trilogi His Dark Materials. Buku pertamanya sudah saya review di sini. Kisah di buku kedua ini diceritakan secara bolak-balik diantara 3 dunia, yaitu:
  1. Dunianya Lyra sebelumnya -saya nggak ngeh apa nama dunianya- yang sudah saya jelaskan di review buku pertama, mangga dibaca dulu ya biar ngerti; 
  2. Dunia bernama Cittàgazze : Di dunia ini manusia-manusia-nya tidak memiliki Dæmon, tapi ada pemikiran di dalam buku ini bahwa kemungkinan Dæmon para penghuni dunia ini berada di dalam diri mereka sendiri. Dunia ini digentayangi oleh makhluk yang disebut Spectre, yang sebnarnya tidak berasal dari dunia ini, mereka mengincar manusia dewasa untuk dimakan jiwanya, jadi diceritakan di dunia ini semua manusia dewasa bersembunyi dan tinggalah anak-anak yang berkeliaran tanpa bimbingan; dan
  3. Dunia kita, meskipun saya tidak terlalu yakin, yang jelas manusia-manusia di dunia ini terlihat normal seperti saya dan kamu (kamu, normal kan?!).
Ringkasan cerita :

Dibuka dengan cerita tentang seorang anak bernama William Parry yang hidup berdua bersama ibu yang sangat disayanginya, karena ibunya yang -kadang- bertingkah aneh, dia bertukar peran menjadi pelindung dan penjaga ibunya, dia berusaha agar tetangga tidak ada yang menyadari ada yang tidak beres pada ibunya, karena bila begitu, tentu ibunya akan dibawa oleh pihak berwajib untuk dirawat di rumah sakit jiwa, dan karena dia dianggap tidak mampu merawat anaknya, Si Will ini mungkin akan dibawa ke panti asuhan Negara agar bisa bersekolah dan hidup dengan normal, Will tidak menginginkannya, dia tidak mau berpisah dengan ibunya. 
Saya sangat suka karakter Will, mungkin kalau saat membaca buku ini saya masih abegeh saya akan jatuh cinta kepadanya, halahh... Tapi saya jadi berpikir, bila lokasi cerita ini di Indonesia mungkin Si Will tidak perlu repot-repot menyembunyikan ibunya. Hidup di Indonesia, tidak akan ada yang peduli kalau orangtuamu tidak becus merawat kamu atau gila sekalipun, ya kan?!
Suatu hari ada 2 orang pria yang mendatangi ibunya,

Monday, 10 February 2014

The Golden Compass

Gambar cover buku dan bonus pembatas buku



  • Judul Buku : The Golden Compass, Kompas Emas (buku pertama dari trilogi His Dark Materials )
  • Judul Asli : Northern Lights, terbit tahun 1995
  • Penulis : Philip Pullman
  • Penerjemah: B. Sendra Tanuwidjaja
  • Editor : Dini Pandia
  • ISBN : 978-979-22-2488-7
  • Cetakan keempat, Mei 2008
  • Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
  • Jumlah Halaman : 505 halaman
  • Harga : Rp.57.500
  • Asal Buku : Online shop lupa namanya, diskon 10%.
Kisah di buku ini berlokasi di dunia seperti dunia kita namun berbeda dalam banyak hal. Nama-nama lokasi di kisah ini beberapa mirip dengan nama-nama lokasi yang ada di dunia kita, misalnya London, Oxford dan Kutub Utara, namun kebanyakan lokasi yang kita temukan di dalam kisah ini, asli rekaan penulis, contohnya Bolvangar, Trollesund, dan lainnya. Dunia tersebut dihuni makhluk-makhluk rekaan yang diantaranya adalah :
  1. Manusia : Makhluk ini sama seperti manusia di dunia kita, mereka makan, minum dan memiliki tatanan sosial seperti kita, hanya saja yang sangat membedakan antara Manusia di dalam kisah ini adalah mereka memiliki Dæmon (dibaca : Demon). Semua individu Manusia di buku ini, sebenarnya, tidak pernah benar-benar sendirian, dia selalu bersama Dæmon-nya dan merupakan satu kesatuan jiwa. Mereka tidak dapat berpisah lebih jauh dari beberapa meter saja, karena hal ini dapat menyakitkan mereka berdua. Saat salah satu pasangannya mati, maka si Manusia atau Dæmon-nya juga akan ikut mati. 
  2. Dæmon  : Makhluk berwujud binatang yang merupakan pasangan jiwa Manusia atau Penyihir. Dæmon dan pasangannya juga berbagi pikiran dan perasaan. Dæmon yang pasangannya masih dibawah umur dapat berubah wujud sesukanya namun terbatas pada wujud Binatang, dan akan mengambil wujud permanen pada saat pasangannya menginjak dewasa.
  3. Gipsi : Bangsa Manusia yang hidup mengembara di dalam perahu. Secara hukum dan juga tatanan sosial memiliki kasta di dawah Manusia biasa yang hidup di darat.
  4. Penyihir : Makhluk berwujud manusia dan hanya berjenis kelamin perempuan, juga memiliki Dæmon, namun dikarenakan kesaktiannya mereka mampu berpisah dengan Dæmon-nya dalam jarak yang lebih jauh daripada Manusia. Mereka berumur panjang hingga ratusan tahun namun tetap cantik dan awet muda. Jadi, semacam perpaduan antara Wizard dan Elf-Woman dari dunia Middle Earth begitu deh...
  5. Beruang Berbaju Besi : Makhluk yang berwujud (tentu saja) seekor

Wednesday, 5 February 2014

Yes I’m a SHERLOCKIAN


Gambar kulit muka


  • Judul Buku : Sherlock Holmes, a Collector's Edition
  • Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
  • Penerjemah: Ismanto, Ahmad Asnawi, Sutrisno, dkk
  • Periksa Aksara : Daru Wijayanti
  • Tata Letak & Kulit Muka : Ardhi
  • ISBN : 978-602-7900-55-4
  • Cetakan I, Tahun 2013
  • Penerbit : Penerbit Indoliterasi
  • Jumlah Halaman : 957 + viii halaman
  • Ukuran : 15 x 23 cm
  • Harga : Rp. 199.000
  • Asal Buku : TB. Gramedia Jl. Pajajaran Bogor, tanpa diskon.

Saya bertanya-tanya apa kira-kira yang dirasakan oleh seorang penulis saat mengetahui karya-karyanya dipuja-puji banyak pembaca di seluruh dunia, bahkan sampai akhir hayatnya namanya tetap abadi melalui karya tulisnya alias melegenda. Dan salah satu penulis legendaris tersebut siapa lagi kalau bukan pencipta Detektif cerdas idola sejuta umat Sherlock Holmes, yaitu Sir Arthur Conan Doyle.
Bahkan setelah diadaptasi menjadi berbagai kisah turunan, baik berupa tulisan maupun film, kisah asli Sherlock Holmes versi Sir Arthur Conan Doyle tetap mengesankan dan enak dibaca. Buku ini berupa kumpulan kisah klasik Sherlock Holmes yang tentunya sebagian besar dari kita sudah pernah membacanya, seperti misalnya Scandal in Bohemia. Untuk itu bukan isi ceritanya yang akan saya review melainkan bukunya itu sendiri.
Kulit muka buku ini, seperti yang terlihat pada foto di atas tampil dengan desain sederhana dengan foto close up salah satu aktor pemeran Sherlock Holmes yaitu Robert Downey Jr. Saya sendiri cukup menyukai desain kulit muka yang minimalis ini, meskipun menurut pendapat saya -maaf maaf nih ya Mr. Downey- tampilan kulit muka ini akan terlihat lebih keren kalau yang dipakai sebagai model adalah Benedict Cumberbatch. ( Fansnya Sherlock Holmes versi BBC mana suaranyaaa???? :-D )


sumber : loadpaper.com


Iya deh, saya bercanda... Menurut saya nih, kulit muka buku ini akan terlihat lebih pas bila memakai gambar ilustrasi Sherlock Holmes versi Mr. Doyle saja, yang diceritakan berwajah runcing, mengenakan mantel panjang dan topi