Monday, 10 February 2014

The Golden Compass

Gambar cover buku dan bonus pembatas buku



  • Judul Buku : The Golden Compass, Kompas Emas (buku pertama dari trilogi His Dark Materials )
  • Judul Asli : Northern Lights, terbit tahun 1995
  • Penulis : Philip Pullman
  • Penerjemah: B. Sendra Tanuwidjaja
  • Editor : Dini Pandia
  • ISBN : 978-979-22-2488-7
  • Cetakan keempat, Mei 2008
  • Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
  • Jumlah Halaman : 505 halaman
  • Harga : Rp.57.500
  • Asal Buku : Online shop lupa namanya, diskon 10%.
Kisah di buku ini berlokasi di dunia seperti dunia kita namun berbeda dalam banyak hal. Nama-nama lokasi di kisah ini beberapa mirip dengan nama-nama lokasi yang ada di dunia kita, misalnya London, Oxford dan Kutub Utara, namun kebanyakan lokasi yang kita temukan di dalam kisah ini, asli rekaan penulis, contohnya Bolvangar, Trollesund, dan lainnya. Dunia tersebut dihuni makhluk-makhluk rekaan yang diantaranya adalah :
  1. Manusia : Makhluk ini sama seperti manusia di dunia kita, mereka makan, minum dan memiliki tatanan sosial seperti kita, hanya saja yang sangat membedakan antara Manusia di dalam kisah ini adalah mereka memiliki Dæmon (dibaca : Demon). Semua individu Manusia di buku ini, sebenarnya, tidak pernah benar-benar sendirian, dia selalu bersama Dæmon-nya dan merupakan satu kesatuan jiwa. Mereka tidak dapat berpisah lebih jauh dari beberapa meter saja, karena hal ini dapat menyakitkan mereka berdua. Saat salah satu pasangannya mati, maka si Manusia atau Dæmon-nya juga akan ikut mati. 
  2. Dæmon  : Makhluk berwujud binatang yang merupakan pasangan jiwa Manusia atau Penyihir. Dæmon dan pasangannya juga berbagi pikiran dan perasaan. Dæmon yang pasangannya masih dibawah umur dapat berubah wujud sesukanya namun terbatas pada wujud Binatang, dan akan mengambil wujud permanen pada saat pasangannya menginjak dewasa.
  3. Gipsi : Bangsa Manusia yang hidup mengembara di dalam perahu. Secara hukum dan juga tatanan sosial memiliki kasta di dawah Manusia biasa yang hidup di darat.
  4. Penyihir : Makhluk berwujud manusia dan hanya berjenis kelamin perempuan, juga memiliki Dæmon, namun dikarenakan kesaktiannya mereka mampu berpisah dengan Dæmon-nya dalam jarak yang lebih jauh daripada Manusia. Mereka berumur panjang hingga ratusan tahun namun tetap cantik dan awet muda. Jadi, semacam perpaduan antara Wizard dan Elf-Woman dari dunia Middle Earth begitu deh...
  5. Beruang Berbaju Besi : Makhluk yang berwujud (tentu saja) seekor Beruang, tapi memakai baju besi. Mereka dapat berkomunikasi dan berbicara dalam bahasa Manusia namun tetap memiliki 'gaya hidup" binatang liar. Mereka memiliki kelebihan dalam hal kekuatan dan naluri untuk mendeteksi adanya tipuan, dengan catatan, selama para Beruang Berbaju Besi ini tetap bersikap sebagaimana layaknya Beruang.
Buku ini, menceritakan seorang anak Manusia bernama Lyra yang seumur hidupnya tinggal di sebuah tempat bernama Akademi Jordan. Akademi ini adalah salah satu dari sekian banyak Akademi serupa di Inggris yang dihuni oleh para Cendekiawan dan para pelayannya, yang dipimpin oleh seorang Master. 
Lyra adalah gadis kecil yatim piatu (setidaknya begitu yang dia ketahui, sampai dia mengetahui kebenaran yang mengejutkannya kemudian). Tanpa kasih sayang orang tua ,terutama sentuhan seorang perempuan, serta dengan bimbingan yang terkesan seadanya dari para Cendekiawan yang semuanya berjenis kelamin laki-laki (ada sih perempuan di Jordan, tapi mereka hanya bekerja sebagai pelayan) Lyra tumbuh menjadi gadis kecil yang liar, pembangkang dan keras kepala.
Bertolak belakang dengan status bangsawannya, dia senang main berlarian bersama anak-anak jalanan, anak-anak Gypsi dan memiliki sahabat karib seorang anak pelayan laki-laki bernama Roger.  Dia senang berkelahi, menjahili bangsa Gipsi, memanjati atap bangunan Akademi Jordan, mendatangi tempat-tempat yang tidak seharusnya dia datangi, mencicipi rokok dan wine dan melanggar perintah Master. Singkatnya, Lyra adalah anak yang membuat orang dewasa mengurut dada. Namun, kenakalan dan keberanian Lyra rupanya bermanfaat dalam petualangan yang secara terpaksa harus dia alami kemudian. 
Semuanya diawali dari ketidaksengajaan Lyra menyaksikan Master menuang racun pada minuman Lord Asriel, paman Lyra, seorang penjelajah dan peneliti saat dia sedang nakal bersembunyi di dalam lemari di Ruang Rehat (semacam ruang rapat para Cendekiawan yang tabu dimasuki perempuan). Karena Lyra telah menyelamatkan nyawa Lord Asriel dengan memberitahu tentang racun dalam minuman tersebut, Lord Asriel mengijinkan Lyra mengetahui informasi-informasi yang tidak seharusnya dia ketahui tentang sesuatu bernama Debu yang telah membuat resah komunitas Gereja, yang dia lihat dari slide-slide yang dipresentasikan pamannya di ruangan itu. 
Cerita berlanjut dengan hilangnya satu-persatu anak-anak kecil yang membuat masyarakat menjadi resah, namun cerita ini masih menjadi desas-desus tidak pasti karena kebanyakan anak-anak yang diculik adalah anak-anak jalanan dan jenis anak-anak yang ketidakhadirannya tidak akan menjadi perhatian. Menurut kabar yang beredar, anak-anak tersebut diculik oleh gerombolan orang yang disebut Pelahap dan tidak pernah ada anak yang dikabarkan kembali. Anak-anak yang hilang semakin lama semakin banyak, sampai akhirnya Billy anak dari kaum Gipsi yang merupakan teman bermain (dan berkelahi Lyra) hilang ,yang ketidakhadirannya tentu menjadi perhatian ibunya, karena ibu Billy, Ma Costa, adalah seorang ibu dari kaum Gipsi, yang baik dan akan melakukan apa saja demi menemukan kembali anaknya. Di cerita ini kaum Gipsi memang diceritakan sebagai kaum yang sangat kompak dan berjiwa pejuang, sehingga kemudian saat  semakin banyak anak-anak Gipsi yang hilang, kaum Gipsi bersatu untuk menyelamatkan anak-anak mereka dari para Pelahap.
Namun, yang membuat Lyra sangat panik adalah saat Roger sahabatnya juga ikut hilang. Didorong oleh rasa kasih sayangnya pada Roger, akhirnya, melalui sebuah kebetulan yang tak terduga, bekerjasama dengan kaum Gipsi, Lyra pun memulai petualangannya untuk menemukan dan menyelamatkan semua anak-anak yang diculik. 
Dan satu-persatu rahasia dan kebenaran pun terungkap. Alasan dibalik anak-anak itu diculik. Siapa dalang penculikan ini. Siapa sebenarnya kedua orang tua Lyra dan mengapa mereka menyerahkan Lyra ke Akademi Jordan. Siapakah perempuan cantik bernama Mrs. Coulter yang membuat Lyra (untuk pertama kali dalam hidupnya) terpesona dan tidak berani menentang. Dan kenapa Master memberi Lyra sebuah Kompas Emas  yang disebut Alethiometer atau Pembaca Kebenaran?

Komentar saya :

Ini bukan buku anak!
  1. Berbeda dengan buku The Chronicles of Narnia atau The Hobbit yang merupakan buku anak-anak, dan dituturkan dengan gaya pendongengan untuk anak-anak, menurut saya buku ini kurang cocok dibaca oleh anak-anak. Saya sendiri tidak habis pikir kenapa ini disebut buku anak-anak. Karena selain di bab terakhir buku terdapat sebuah adegan yang menurut saya kurang sesuai dibaca oleh anak-anak (atau setidaknya saya tidak akan membiarkan anak-anak saya membaca bagian tersebut). Trilogi His Dark Material lebih cocok dibaca oleh remaja sampai dewasa, karena selain alasan yang saya diceritakan di atas, tema buku ini rasanya terlalu berat untuk anak-anak sehingga membutuhkan bimbingan orang tua. Berbeda dengan buku Harry Potter misalnya yang secara jelas menceritakan kebaikan melawan kejahatan, dimana pihak yang baik -seperti biasanya- akan menang melawan pihak yang jahat, di buku ini pihak yang baik dan yang jahat terkesan absurd.
  2. Jangan terkecoh dengan gambar sampul, buku Golden Compass edisi pertama memang memiliki desain ,yang menurut saya, terkesan sebagai buku anak-anak. Berbeda dengan buku yang saya miliki yang menggunakan cover dari film Golden Compass (eh saya belum pernah nonton filmnya lho, tapi mengingat saya tidak mendengar adanya kabar buku kedua difilmkan seperti buku pertama ini, sepertinya secara komersil filmnya kurang oke ya..) yang terkesan lebih dewasa, atau mungkin digantinya gambar sampul merupakan penyesuaian agar pembaca ,yang suka menghakimi isi buku dari sampulnya, tidak salah menilai isi buku ini;
  3.  Saya kurang suka adegan saat Mrs. Coulter bertemu dengan Lord Asriel, bayangan saya setelah apa yang dilakukan wanita itu, rasanya pertemuan mereka terasa cemen di mata saya, yang saya bayangkan sebelumnya, adalah adegan adu tembak yang heboh, dipenuhi caci maki bahkan peperangan, saya bahkan berharap seseorang akan membunuh Mrs. Coulter dan dia mati pada bagian akhir buku ini, tapi tentunya alasan kenapa Mrs. Coulter dibiarkan tetap hidup akan kita temui di buku selanjutnya. 
  4. Beberapa tokoh yang menurut saya penting dibiarkan "menghilang" begitu saja, Karakter Jhon Faa, keluarga Costa dan Farder Corram. Saya kecewa saat tokoh-tokoh yang diawal cerita memegang peranan yang cukup penting ini tiba-tiba menghilang. Apalagi karakter Farder Corram, saya sangat suka dia dan berharap dia akan tetap berada dalam inti cerita, menjadi pendamping Lyra, sehingga karakter Lyra -yang anak-anak namun terkesan sangat super ini- terasa lebih masuk akal dengan orang dewasa di sampingnya, namun ternyata tidak. ena tokoh Farder Corram memilik Dæmon yang menjadi favorit saya, Sophonax, membuat saya membayangkan memiliki Dæmon kucing cantik dan  montok,
  5. Meskipun i'm not really into it, buku ini enak dibaca, ceritanya berjalan cepat dan seru dan menghibur.
Keep reading and love your books!
Salam,

 

Bibliofili

No comments:

Post a Comment