Wednesday, 5 February 2014

Yes I’m a SHERLOCKIAN


Gambar kulit muka


  • Judul Buku : Sherlock Holmes, a Collector's Edition
  • Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
  • Penerjemah: Ismanto, Ahmad Asnawi, Sutrisno, dkk
  • Periksa Aksara : Daru Wijayanti
  • Tata Letak & Kulit Muka : Ardhi
  • ISBN : 978-602-7900-55-4
  • Cetakan I, Tahun 2013
  • Penerbit : Penerbit Indoliterasi
  • Jumlah Halaman : 957 + viii halaman
  • Ukuran : 15 x 23 cm
  • Harga : Rp. 199.000
  • Asal Buku : TB. Gramedia Jl. Pajajaran Bogor, tanpa diskon.

Saya bertanya-tanya apa kira-kira yang dirasakan oleh seorang penulis saat mengetahui karya-karyanya dipuja-puji banyak pembaca di seluruh dunia, bahkan sampai akhir hayatnya namanya tetap abadi melalui karya tulisnya alias melegenda. Dan salah satu penulis legendaris tersebut siapa lagi kalau bukan pencipta Detektif cerdas idola sejuta umat Sherlock Holmes, yaitu Sir Arthur Conan Doyle.
Bahkan setelah diadaptasi menjadi berbagai kisah turunan, baik berupa tulisan maupun film, kisah asli Sherlock Holmes versi Sir Arthur Conan Doyle tetap mengesankan dan enak dibaca. Buku ini berupa kumpulan kisah klasik Sherlock Holmes yang tentunya sebagian besar dari kita sudah pernah membacanya, seperti misalnya Scandal in Bohemia. Untuk itu bukan isi ceritanya yang akan saya review melainkan bukunya itu sendiri.
Kulit muka buku ini, seperti yang terlihat pada foto di atas tampil dengan desain sederhana dengan foto close up salah satu aktor pemeran Sherlock Holmes yaitu Robert Downey Jr. Saya sendiri cukup menyukai desain kulit muka yang minimalis ini, meskipun menurut pendapat saya -maaf maaf nih ya Mr. Downey- tampilan kulit muka ini akan terlihat lebih keren kalau yang dipakai sebagai model adalah Benedict Cumberbatch. ( Fansnya Sherlock Holmes versi BBC mana suaranyaaa???? :-D )


sumber : loadpaper.com


Iya deh, saya bercanda... Menurut saya nih, kulit muka buku ini akan terlihat lebih pas bila memakai gambar ilustrasi Sherlock Holmes versi Mr. Doyle saja, yang diceritakan berwajah runcing, mengenakan mantel panjang dan topi
tinggi ala pria Inggris tempo dulu dengan pipa rokok panjang di mulutnya, jadi tidak mengacu pada tokoh Sherlock Holmes tertentu gitu lho, yang sebagaimana kita tahu, telah dibuat dalam begitu banyak versi. Saya pribadi malah lebih sreg kalau gambar siluet di samping tulisan "Sir Arthur Conan Doyle" itu saja yang dijadikan gambar kulit muka.

Hal pertama yang membuat saya kurang sreg dari buku ini adalah, ukuran font yang terlalu kecil, tapi saya tidak akan terlalu mengeluh karena sejak membaca judul cover, penerbit sudah mewanti-wanti bahwa buku ini adalah edisi untuk kolektor,dengan demikian buku ini tentu tidak dimaksudkan menjadi bacaan sehari-hari.

Kesalahan pengetikan pada judul cerita.


Yang kedua adalah, selain banyaknya kesalahan pengetikan yang lazim kita temui pada buku cetakan pertama seperti buku ini, adalah terdapat beberapa penerjemahan yang terasa kurang pas dibaca, meski secara keseluruhan cerita di dalamnya tetap enak dibaca sih. Namun sekali lagi, saya tidak terlalu mengeluh tentang hal ini, mengingat proses penerjemahan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia memang cukup sulit mengingat banyaknya kata dalam bahasa Inggris yang tidak kita temui padanannya dalam bahasa Indonesia, begitu juga cara bertutur penulis luar kan berbeda ya dengan penulis Indonesia, apalagi pada masa dimana cerita Sherlock Holmes ini ditulis mungkin gaya berceritanya berbeda dengan bahasa Inggris saat ini, toh saya sendiri belum pernah membaca cerita Sherlock Holmes dalam versi bahasa Inggris, jadi saya maklum saja bila menemukan gaya tulisan yang kurang sreg dibaca sebagaimana sering kita temui pada buku-buku terjemahan lainnya.
Hanya saja, saya memiliki satu masukan untuk penerbit : Tolong dong foto Robert Downey diganti dengan Mr. Ben  "Tolong dong untuk judul-judul cerita tidak perlu repot-repot sampai diterjemahkan". Sebagai pembaca cerita terjemahan, saya merasa lebih sreg bila mengetahui judul asli cerita yang saya baca, ketimbang judul versi bahasa Indonesianya.  Lagipula, setelah saya membaca buku ini sampai selesai, saya perhatikan kok tidak semua judul cerita diterjemahkan, sebagian judul tetap dibiarkan sesuai dengan aslinya, jadi kesannya kurang kompak gitu ya. Apa karena penerjemahnya keroyokan. 
Nah, untuk memudahkan kamu dalam memutuskan apakah haru mengadopsi buku ini atau tidak, berikut saya tuliskan plus-minus tentang buku ini.

Kelebihan:
  1. Sudah hard cover, dijilid dengan rapi, kuat dan luks. Sejak saya membeli buku ini, buku ini sudah jatuh sekitar 5-6 kali dalam keadaan terbuka dan jilidnya tetap utuh;
  2. Harga buku ini relatif murah meriah, untuk buku setebal ini dan kualitas jilid seperti ini;
  3. Sebagai pecinta kisah-kisah Sherlock Holmes saya puas sekali membaca 48 kisah klasik dalam satu buku ini, membuat saya anteng sepanjang minggu.
Kekurangan: 
  1. Ukuran font yang kecil membuat mata minus-silinder saya cepat lelah;
  2. Terdapat banyak kesalahan pengetikan, namun sayangnya saya tidak sempat membuat catatan selama proses membaca buku ini;
  3. Terdapat beberapa kalimat yang terasa kurang pas dibaca, hal ini tentu berkaitan dengan proses penerjemahan yang saya bahas di atas tadi itu lho.
Secara keseluruhan, saya rasa buku ini menjadi salah satu buku yang layak diapdopsi dan menjadi salah satu koleksi dalam lemari buku kamu. Sepadan dengan harganya, buku ini berisi kumpulan kasus Sherlock Holmes yang membuat kamu tidak akan kehabisan bahan bacaan bermutu sepanjang minggu. Jadi, apakah saya merekomendasikan buku ini untuk kamu miliki? 
Jawabannya : Bila anda penggemar berat Sherlock Holmes, YA.

Keep reading and love your books
Salam,

Bibliofili

No comments:

Post a Comment