Thursday, 20 February 2014

The Subtle Knife



Cover buku The Subtle Knife



  • Judul Buku : The Subtle Knife (Pisau Gaib), buku kedua dari trilogi His Dark Materials
  • Penulis : Phillip Pullman  
  • Penerjemah : B. Sendra Tanuwidjaja  
  • Editor : Poppy Damayanti Chusfani  
  • ISBN : 979-22-2578-1  
  • Cetakan pertama, Januari 2007  
  • Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama  
  • Jumlah Halaman : 408 halaman  
  • Harga Buku : Rp. 50.000


Buku ini adalah buku kedua dari Trilogi His Dark Materials. Buku pertamanya sudah saya review di sini. Kisah di buku kedua ini diceritakan secara bolak-balik diantara 3 dunia, yaitu:
  1. Dunianya Lyra sebelumnya -saya nggak ngeh apa nama dunianya- yang sudah saya jelaskan di review buku pertama, mangga dibaca dulu ya biar ngerti; 
  2. Dunia bernama Cittàgazze : Di dunia ini manusia-manusia-nya tidak memiliki Dæmon, tapi ada pemikiran di dalam buku ini bahwa kemungkinan Dæmon para penghuni dunia ini berada di dalam diri mereka sendiri. Dunia ini digentayangi oleh makhluk yang disebut Spectre, yang sebnarnya tidak berasal dari dunia ini, mereka mengincar manusia dewasa untuk dimakan jiwanya, jadi diceritakan di dunia ini semua manusia dewasa bersembunyi dan tinggalah anak-anak yang berkeliaran tanpa bimbingan; dan
  3. Dunia kita, meskipun saya tidak terlalu yakin, yang jelas manusia-manusia di dunia ini terlihat normal seperti saya dan kamu (kamu, normal kan?!).
Ringkasan cerita :

Dibuka dengan cerita tentang seorang anak bernama William Parry yang hidup berdua bersama ibu yang sangat disayanginya, karena ibunya yang -kadang- bertingkah aneh, dia bertukar peran menjadi pelindung dan penjaga ibunya, dia berusaha agar tetangga tidak ada yang menyadari ada yang tidak beres pada ibunya, karena bila begitu, tentu ibunya akan dibawa oleh pihak berwajib untuk dirawat di rumah sakit jiwa, dan karena dia dianggap tidak mampu merawat anaknya, Si Will ini mungkin akan dibawa ke panti asuhan Negara agar bisa bersekolah dan hidup dengan normal, Will tidak menginginkannya, dia tidak mau berpisah dengan ibunya. 
Saya sangat suka karakter Will, mungkin kalau saat membaca buku ini saya masih abegeh saya akan jatuh cinta kepadanya, halahh... Tapi saya jadi berpikir, bila lokasi cerita ini di Indonesia mungkin Si Will tidak perlu repot-repot menyembunyikan ibunya. Hidup di Indonesia, tidak akan ada yang peduli kalau orangtuamu tidak becus merawat kamu atau gila sekalipun, ya kan?!
Suatu hari ada 2 orang pria yang mendatangi ibunya,
hal ini memicu perilaku ibunya semakin tidak waras, entah kenapa kedua orang tersebut mengincar sesuatu benda yang dimiliki ibunya. Belakangan setelah Will menyadari benda yang mereka inginkan adalah surat-surat lama ayahnya -yang sudah dianggap almarhum- untuk ibunya, Will mencoba mencarinya dan menyembunyikannya, meskipun dia sendiri tidak mengerti kenapa surat-surat tersebut demikian berharga, tapi nalurinya membuat dia melakukannya. Pada suatu malam setelah berhasil menyembunyikan ibunya di rumah Mrs. Cooper guru pianonya, dia tidak sengaja membuat salah seorang pria tersebut terluka -atau mati?-, saat Will berusaha kabur dari kedua pria yang membuka paksa rumahnya. Hal ini membuat William Parry merasa perlu mencari tahu kebenaran tentang ayahnya Jhon Parry, namun dengan statusnya sebagai buronan dari 2 orang yang tidak dikenal dan mungkin juga buronan polisi (setidaknya itulah yang dia pikirkan karena merasa telah membuat seseorang terbunuh di dalam rumahnya sendiri) hal ini menjadi sulit dilakukan.
Will berusaha untuk bersembunyi, beruntung (akibat selama ini berusaha mati-matian menyembunyikan ibunya dari perhatian orang banyak) dia terlatih membuat dirinya tidak terlihat mencolok meskipun di tengah keramaian. Sampai akhirnya tanpa sengaja dia menemukan sebuah jalan ke dunia lain, Dunia Cittàgazze. 
Di sinilah Will bertemu dan akhirnya bersahabat dengan Lyra Belacqua, mereka pun bersama-sama melaksanakan misi mencari kebenaran tentang ayah Will sesuai petunjuk dari Kompas Emas. Meskipun Lyra tetap ngeyel mencari kebenaran tentang Debu dan juga Lord Asriel, yang akhirnya malah mendatangkan masalah bagi mereka.
Di buku ini juga diceritakan  Si penyihir cantik Serafina Pekalla dan juga Si Aeronot Lee Scoresby yang mencari Lyra.  Diceritakan ada sedikit keraguan yang dirasakan Mr. Scoresby akan posisinya dalam "peperangan" ini, namun karena kasih sayangnya kepaa Lyra dia tetap berjuang sampai mempertaruhkan segala yang dia miliki dengan mencari pria bernama Dr. Stanislaus Grumman, yang dia yakini dapat memberikan bantuan atau sedikit penjelasan tentang apa yang sesungguhnya sedang mereka hadapi. Di buku ini juga terdapat karakter baru yakni Dr. Malone yang berasal dari dunianya Will (dunia kita) yang sedang melakukan penelitian mengenai suatu materi yang memiliki kesamaan dengan Debu.
Lalu bagaimanakah akhir pencarian Mr. Scoresby? Siapa sesungguhnya ayah Will? Bagaimana Will dan Lyra dapat bertahan hidup di Cittàgazze yang penuh Spectre? Lantas apakah The Subtle Knife atau pisau ajaib itu dan mengapa begitu penting sampai keberadaannya diperebutkan dan bahkan membuat Kompas Emas milik Lyra menjadi jaminannya? Siapakah Dr. Malone dan bagaimana dia bisa berkomunikasi dengan Debu?

Komentar saya :
  1. Kalau di buku pertama cerita masih berjalan agak lambat karena penulis masih bertutur tentang latar belakang cerita, di buku ini, dengan asumsi kita sudah membaca buku pertama, cerita berjalan lebih seru dan tidak terduga. Saya hampir-hampi tidak menyadari kalau saya sudah sampai di halaman terakhir buku, selain memang karena buku ini lebih tipis dari prekuelnya; 
  2. Karakter Lyra yang terkesan terlalu super di buku pertama, terlihat sedikit lebih normal di buku ini, keberadaannya juga terimbangi dengan kehadiran Will, bersama-sama mereka lebih terlihat sebagai sepasang anak yang terpaksa terlibat dalam masalah ketimbang anak super seperti karakter Lyra di buku The Golden Compass. 
  3. Mrs. Coulter terkesan terlalu ajaib, bayangkan makhluk benama Spectre yang selama ratusan tahun ditakuti oleh semua manusia dewasa di dunia Cittàgazze tiba-tiba saja dan tanpa penjelasan yang memuaskan takluk dan tunduk pada perintah Mrs. Coulter. Kalau selama ini pria-pria diceritakan tunduk pada kemauan perempuan misterius ini, saya tidak terlalu heran mengingat pesonanya sebagai perempuan yang luar biasa. Tapi bila dia juga mampu menaklukan Spectre tanpa bantuan benda apapun, rasanya agak berlebihan bagi saya;  
  4. Rasa kasih sayang Lee Scoresby kepada Lyra terasa berlebihan untuk saya, saya sampai merasa perlu membuka-buka kembali buku The Golden Compass, mencari barangkali saya melewatkan hal-hal penting, seingat saya di buku pertama itu Si Lee diceritakan sebagau orang yang logis, dia berpetualang bukan karena idelaisme tetapi lebih karena profesionalisme, tuntutan pekerjaan gitu, jadi saat tiba-tiba dia merasa perlu memastikan Lyra hidup dengan mempertaruhkan semua yang dia miliki dan menyebut Lyra sebagai "seperti anaknya sendiri" saya tiba-tiba merasa saya melewatkan sesuatu dalam buku pertama;
  5. Banyak tokoh yang seharusnya dapat berperan lebih banyak dalam cerita, dibuat mati dengan konyol, kenapa saya bilang konyol?? Saya sampai melongo dibuatnya, Hah, segini doang?! Tapi karena saya sudah janji review saya non-spoiler, jadi baca sendiri aja deh. Pokonya saya sangat kesal dibuatnya. 
  6. Kalau di buku pertama, selesai baca buku masih bisa tarik nafas dan tidak terlalu penasaran kelanjutan ceritanya, ending buku ini amat sangat menggantung, membuat saya terpaksa langsung menyambar buku terakhir dan marathon membaca, habis kalau tidak, bisa-bisa saya susah tidur kan. Sungguh menyebalkan.
  7. Covernya "buku anak" sekali, padahal (seperti sudah tulis di review buku pertama) Trilogi ini kurang cocok untuk anak-anak. 
  8. Meskipun saya menemukan beberapa hal yang menyebalkan, namun buku ini tetap menghibur dan membuat saya merasa perlu menuntaskan buku selanjutannya The Amber Spy Glass.
Keep reading and love your books!
Salam,

 

Bibliofili


2 comments:

  1. Bagus resensinya. Sangat detil. Jadi pengen baca bukunya (ini bohong kayaknya :p). Sarannya.. Gimana kalo dikasih rating, misal buat semua umur atau khusus dewasa dll. Sukses ya buat perpustakaannya:)

    ReplyDelete
  2. "Hehe.. beneran bohong!!!!! Rating? Ok, i see, thanks mate ;-)

    ReplyDelete